Studi Pengalaman Lapangan (SPL) Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAI Islamic Centre Demak di Demak dan Bali

Ahmad Fauzan

Studi Pengalaman Lapangan (SPL) merupakan tahapan pertama dalam pengenalan lapangan persekolahan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAI Islamic Centre Demak Jawa Tengah untuk mendapatkan gelar sarjana. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan Prodi IAT, yang bertujuan untuk menghubungkan teori keilmuan yang telah diperoleh mahasiswa selama perkuliahan dengan praktik langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan SPL ini diharapkan mahasiwa mampu membentuk empat kompetensi yang dipersyaratkan bagi calon guru profesional, yaitu: kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional.

Kegiatan SPL mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAI Islamic Centre Demak tahun akademik 2025/2026 ini berlangsung pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2025 di Musium Masjid Agung Demak, dan pada hari Minggu sampai Rabu tanggal 02 sampai 05 November 2025 di Ponpos Tahfidzul Qur’an Raoudlotu Huffadz Kabupaten Tabanan Bali, dan di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Badung Bali. Jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini adalah 39 dengan didampingi oleh 8 dosen pendamping.

Pelaksanaan kegiatan SPL di Musium Masjid Agung Demak ini salah satu fokusnya kegiatannya adalah pada penelitian manuskrip al-Qur’an, yakni studi tentang mushaf Al-Qur’an kuno yang ditulis tangan untuk memahami sejarah, karakteristik tekstual (seperti rasm dan qira’at), serta aspek fisik (kodikologi) dan budaya lokal yang memengaruhinya. Sebab di Museum Masjid Agung Demak ini memiliki 14 buah manuskrip mushaf kuno. Sebelas diantaranya dihiasi dengan iluminasi. Mushaf-mushaf ini tersimpan rapi di dalam lemari kaca dengan kondisi tertutu dan terkunci untuk menghindari sentuhan pengunjung yang dapat merusak kondisi mushaf yang rata-rata sudah tua dan lapuk.

Selanjutnya kegiatan SPL di Ponpes Tahfidzul Qur’an Roudlotul Huffadz Kabupaten Tabanan Bali yang menjadi fokus kegiatannya adalah melihat dan memahami realita salah satu pondok pesantren Tahfidzul Qur’an yang sangat berpengaruh di Bali, sebab pendiri ponpes ini, yakni Al Mukarrom KH. Noor Hadi Al Hafidz adalah merupakan salah satu dari murid KH. M. Arwani Kudus yang masih hidup (November 2025). Sejak didirikan oleh beliau KH. Noor Hadi Al Hafidz pada tahun 1980, PPTQ Raudlotul Huffadz sudah memilih Tahfidzul Qur’an sebagai unggulan dalam mencanangkan program pendidikan. Dan hingga sampai saat ini PPTQ Raudlotul Huffadz menjadi pioneer Tahfidz dan satu-satunya Pondok Tahfidz yang sangat berpengaruh di Bali. Untuk itu, Kunjungan di Ponpes ini adalah untuk melihat dan memahami tentang tradisi menghafal al-Qur’an, mulai dari metode, sistematika maupun hal-hal lainnya yang berkenaan dengan menghafal al-Qur’an.

Selesai melakukan kunjungan di PPTQ Raudlotul Huffadz, mahasiwa bergeser melaksanakan kegiatan SPL di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung. Kunjungan ini disambut hangat oleh pihak Kemenag Badung dan kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai Moderasi Beragama, khususnya pada wilayah Kabupaten Badung. Setalah sesi sambutan dari pihak STAI Islamic Centre Demak dan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Badung Bali, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan Kasi Penyelenggara di Kemenag Badung. Dan yang menjadi puncak perhatian pada sesi diskusi ini adalah salah satu topik utama yang dibahas mengenai bagaimana Kemenag Badung menyikapi dan mengimplementasikan moderasi beragama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat. Sesi ini diharapkan memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa tentang tantangan dan strategi dalam menjaga kerukunan umat beragama di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *