7 DOSEN STAI ISLAMIC CENTRE DEMAK MENGIKUTI PKDP 2026

Penulis: Afif Kholidin

SEMARANG – Sebanyak tujuh dosen dari STAI Islamic Centre Demak resmi mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 yang diselenggarakan secara luring pada 10-11 Juni 2026. Kegiatan yang bertempat di Hotel Quest Semarang (Jl. Plampitan No. 37-39, Bangunharjo, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang) ini diikuti oleh 79 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di wilayah Jawa Tengah. Program ini diselenggarakan langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bertindak sebagai lembaga pelaksana. Tujuan utama dari pelaksanaan PKDP ini adalah untuk membekali para dosen pemula dengan kompetensi dasar pendidik. Selain itu, keikutsertaan ini juga menjadi syarat wajib (SIM legalitas) untuk mengikuti program Sertifikasi Dosen (Serdos) di masa mendatang.

Adapun tujuh delegasi dari STAI Islamic Centre Demak yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah: (1) Afif Kholidin, S.Ag., M.Pd, (2) Ahmad Fauzan, S.Th.I., M.Ag., (3) Akhmad Mufarikhin, S.Ag., M.Pd., (4) Akhodhatun Nikmah, M.Pd., (5) Dr. Ahmad Musyafak, S.Th.I., M.S.I., (6) Dr. Ahyadi, S.Ag., M.H., M.Pd.I., (7) Drs. H. Khairul Anam, M.S.I.

Selama dua hari pelaksanaan dengan total 20 Jam Pelajaran (JP), para peserta mendapatkan gemblengan materi esensial dari para pakar. Pada hari pertama, Rabu (10/6/2026), kegiatan diawali dengan pembahasan Karir dan Jabatan Dosen oleh narasumber dari DIKTIS. Selanjutnya, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag. membawakan materi Perencanaan Pembelajaran, yang menekankan kewajiban dosen dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). RPS ini berfungsi sebagai peta jalan strategis untuk memastikan arah pembelajaran yang transparan dan akuntabel. Materi kemudian dilanjutkan dengan Model, Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran oleh Dr. Saminanto, M.Sc. Beliau mendorong para dosen untuk meninggalkan metode pembelajaran pasif dan beralih ke Active Learning dengan mengimplementasikan unsur MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) guna menciptakan kelas yang hidup dan menyenangkan. Sore harinya, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag. memaparkan urgensi Moderasi Beragama di lingkungan kampus. Moderasi beragama dikukuhkan sebagai kunci terciptanya toleransi, perekat komitmen kebangsaan, serta menolak segala bentuk tindakan kekerasan. Hari pertama ditutup dengan materi Paradigma Integrasi Keilmuan oleh Prof. Dr. Akhmad Arief Junaidi, M.Ag., yang memberikan wawasan tentang strategi humanisasi ilmu keislaman dan spiritualisasi ilmu sosial guna mengatasi dualisme keilmuan di dunia Islam.

Memasuki hari kedua, Kamis (11/6/2026), Dr. Joko Budi Poernomo, M.Pd. memberikan pendalaman tentang Evaluasi Pembelajaran dengan pendekatan ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, Extension). Peserta dilatih untuk tidak sekadar melakukan penilaian berbasis angka, namun juga penilaian autentik yang komprehensif pada setiap fase belajar mahasiswa. Sebagai penutup sesi akademik, Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag. mengupas tuntas teknik Penulisan Karya Ilmiah. Dosen didorong untuk aktif mempublikasikan hasil penelitian guna mengembangkan ilmu pengetahuan, dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran akademik dan menghindari plagiarisme.

Setelah melalui rangkaian pre-test, materi, hingga post-test dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), kegiatan PKDP 2026 resmi ditutup. Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan sangat kondusif dan menyenangkan. Para delegasi tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif, namun sukses membawa pulang ilmu, strategi pedagogik, dan pengalaman berharga untuk diimplementasikan demi kemajuan akademik di STAI Islamic Centre Demak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *