Jl. Diponegoro No.45, Rw. 7, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571
Sekilas Informasi
Penerimaan Mahasiswa Baru dibuka • Cek agenda akademik terbaru • Akses layanan kampus secara online

Sejarah

Sejarah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) islamic Centre Demak Kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Islamic Centre Demak awalnya merupakan pendidikan non […]

Sejarah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) islamic Centre Demak

Kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Islamic Centre Demak awalnya merupakan pendidikan non formal yaitu Lembaga Pendidikan Santri Pasa Tahfizh, (Pondok Pesantren)  bekerja sama dengan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jawa Tengah di Wonosobo pada tahun 1994, dibawah  naungan Yayasan Islamic Centre Sultan Fatah Demak, bertujuan mendidik para santri hafizh dan hafizhah  sebab itu ada kurikulum pendidikan tinggi pada fakultas dakwah, para mahasiswa  merupakan utusan dari berbagai daerah di Kabupaten di Jawa Tengah, dengan mendapat bea siswa secara penuh selama dua tahun, setelah selesai diharapkan dapat dijadikan sebagai Santri Plus, dapat menjadi imam masjid, atau pengelola masjid, memiliki wawasan keilmuan, memadukan antara misi al-qur’an (mutiara pesantren) dengan wawasan keilmuan dilandai nilai pancasila, dan Undang Undang Dasar 1945.

Lembaga Pendiikan Santri Pasca Tahfizh (LPS PSCA TAHFIZH) berdiri berdiri tahun 1994 sampai tahun 2012, setelah  ditemukan berbagai problema setalah para santri rampung pendidikan tentang legalitas lembaga pendidikan, yaitu Ijazah yang belum mendapat legitimasi dari pemerintah (ijazah masih bersifat lokal), ijazah pondok pesantren yang dikeluarkan oleh pondok pesantren, oleh sebab itu tahun 2010 pengelola mengajukan pendirian perguruan tinggi kepada Kementerian Agama Pusat di Jakarta, dan al-hamdulillah pada tahun 2012, bediri Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ), dengan SK Dirjen SK Dirjen Pendidikan Islam No. Dj.I/149/2012, dengan Prodi; Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, karena animo masyarakat Demak cukup tinggi, maka ada tuntutan agar ada prodi lainnya agar dapat menerima para alumni SLTA, Mulai tahun 2013, Sekolah Tinggi Agama Islam Islamic centre mampu memulai konsolidasi  setahap demi setahap, agar dapat memenuhi sarana prasarana perkuliahan sesuai dengan ketentuan undang-undang pendidikan tinggi, pada tahun 2013  mendapat bantuan Gedung RUSUNAWA I, yang dapat dijadikan sebagai tempat pelayanan, baik administrasi maupun perkuliahan, dapat berjalan dengan lancar, mengingat baru tiga prodi dengna jumlah mahasiswa yang terbatas, dan mampu menampung pada saat perkuliahaan, pengelola terus beruupaya  untuk menyediakan pelayanan secara maksimal, walaupun sumber dana masih minim, akan tetapi upaya untuk menambah ruang kuliah terus dilakukan untuk menghadapi perkembangan di tahun yang akan datang.

Pada tahun 2014 mendapat bantuan Gedung RUSUNAWA II, untuk menambah fasilitas agar setara dengan pendidikan tinggi lainnya, dan pada tahun 2018 mendapat bantuan dari kementerian Agama Pusat untuk renovasi dua ruang, satu ruang di rencanakan untuk perpustakaan, dan satu ruang untuk perkuliahan, sehingga fasiltas perpustakaan menjadi jantung pendidikan tinggi dapat membantu mahasiswa dan dosen dalam mengunjungi referensi yang memadai.

Yayasan Islam Sultan Fatah pada tahun 2019 telah mengeringkan tanah sawah (pengurukan), seluas 2,7 ha, dari tanah sawah garapan, dengan bantuan tersebut diharapkan perguruan tinggi dapat mengembangkan secara maksimal, di akui secara umum persoalan krusial adalah pada tersedianya tanah siap bangun, sehingga dengan untuk masa akan datang kebutuhan tanah siap bangun sudah tersedia, tentunya dengan usaha yang gigih dan agresif dari pengelola.

Setelah para alumni tersebar dan memasuki dunia kerja, ada masukan dari para alumni agar mahasiswa setelah kuliah memiliki ketrampilan khusus, maka pada tahun 2019, mendapat bantuan Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas beserta Komputer dan mendapat pelatihannya dari kementerian Sosial Pusat di Jakarta,  dengan konsentrasi Multi media, dengan bertambahnya fasiltas ini diharapkan mahasiswa tidak hanya mendapat teori berbagai disiplin keilmuan, melainkan mendapat bekal ketrampilan desainer multi media, sehingga menambah statusnya ketika memasuki dunia kerja, serta melahirkan wirausaha baru. Tahun 2025 bertambah ruang kuliah 4 lokal, dan lapangan olah raga untuk kegiatan kemahasiswaan, serta fasilitas parkir untuk mahasiswa daan dosen.

Pada tahun 2019 bertambah dua prodi yaitu Fakultas Tarbiyah pendidikan bahasa Arab (PBA) dan fakultas ekonomi Syari’ah (ES), dengan SK SK Dirjen nomor; 4/SK/BAN-PT/Min-akred/II/2019, dengan bertambahnya prodi maka akan mengalami kenaikan status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Islamic Centre Demak, dengan Surat Keputusan Menteri Agama RI, nomor; 1043 tahun 2019. Jumlah mahasiswa bertambah maka berbagai kegiatan frekuensinya menjadi naik, baik pengajaran, pengabdian dan penelitian. Dan pada tahun 2021 bertambah prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada tahun 2025 ijin operasional untuk prodi PGMI, dan Pasca Sarjana (S2), prodi PAI. Total mahasiswa saat ini 416 orang.

Mobilitas kegiatan pengabdian mahasiswa dengan kegiatan secara langsung  dengan masyarakat khususnya di kabupaten Demak dibutuhkan media yang cepat dan tepat, pada tahun 2019 mendapat bantuan Mobil siaga, yang dapat diperuntukan bebagai kemahasiswaan, baik pelayanan kesehatan, penghijauan, penerangan yang terkoneksi dengan kuliah kerja nyata, dan kegiatan kemahasiswaan lainnya.

Sampai tahun 2026 Sekolah Tinggi Agama Islam terus berproses baik penambahan sumber daya manusia terutama dengan peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi dengan menempuh program S3 serta meningkatkan jenjang jabatan fungsional sampai Guru besar terus dilakukan, serta meningkatkan daya penelitian baik yang bersumber dana dari dalam maupun dari Instansi pemerintah, swasta, sehingga secara bertahap terus melaju menjadi pendidikan  sebagai pusat pengembangan peradaban di kota wali, sampai terwujudnya Universitas yang unggul.