
Demak, 29 Agustus 2026-Sekolah Tinggi Agama Islam Islamic Center (STAI IC) Demak turut ambil bagian dalam seminar bertajuk “Transformasi Digital dan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Islam: Inovasi Teknologi, Penguatan Karakter, dan Masa Depan Generasi” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bersama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kudus, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung IPHI Demak tersebut menjadi ruang akademik bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus membangun kesiapan menghadapi transformasi digital dalam dunia pendidikan Islam.
STAI IC Demak turut hadir melalui jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa. Rektor STAI IC Demak, Dr. Zuhri, M.Pd., hadir sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran civitas akademika STAI IC Demak menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mengikuti perkembangan teknologi dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tengah percepatan transformasi digital.
Dalam sambutannya, Dr. Zuhri, M.Pd. menegaskan bahwa kecerdasan bangsa merupakan salah satu fondasi utama dalam pembangunan Indonesia. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia perlu dimulai sejak awal melalui pendidikan yang mampu membentuk generasi unggul.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi yang akan menentukan arah pembangunan di masa mendatang, termasuk di Kabupaten Demak.
“Mahasiswa di Kabupaten Demak dapat menjadi wahana untuk menjadi contoh SDM yang unggul di masa depan,” ungkapnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan tema seminar yang menempatkan teknologi dan AI sebagai bagian penting dari perkembangan pendidikan. Namun, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital, etika, dan penguatan karakter agar pemanfaatan AI tidak kehilangan orientasi kemanusiaan.
Hal tersebut menjadi salah satu penekanan yang disampaikan pemateri, Dr. Ir. Muhammad Arifin, A.Md., S.Kom., M.Kom., MCE, IPM, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK). Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI membuat berbagai pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Kendati demikian, penggunaan teknologi tetap membutuhkan norma dan tanggung jawab.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini perlu melakukan diagnosis terhadap berbagai persoalan yang muncul akibat perkembangan digital. Literasi digital menjadi faktor penting agar masyarakat mampu menentukan arah pemanfaatan teknologi secara tepat.
“Semua pekerjaan bisa menggunakan AI, namun AI tidak bisa menggantikan guru sebagai teladan.,” tegasnya.
Ia menekankan agar AI ditempatkan sebagai pendukung, bukan pengganti manusia, khususnya dalam proses pendidikan. Teknologi dapat membantu guru dan mahasiswa dalam mencari informasi, mengolah data, maupun meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi keteladanan, nilai moral, dan pembentukan karakter tetap menjadi bagian yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Selain menghadirkan akademisi, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari unsur legislatif. H. Abdul Wachid, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, yang pada acara tersebut diwakilkan oleh Bapak H. Viktor, menyampaikan pentingnya membangun pendidikan Islam yang mampu berkembang dan tidak tertinggal dari bidang pendidikan lainnya.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Demak juga diwujudkan melalui berbagai program pendidikan. H. Abdul Wachid disebut telah memberikan Ribuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa di Kabupaten Demak serta membuka akses beasiswa BIB untuk jenjang S2 dan S3 di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Undip, Unnes, dan UIN.
Seminar tersebut turut dihadiri oleh Prof. Dr. Adri Efferi, M.Ag., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kudus, serta Prof. Dr. Abdurrahman Kasdi, Lc., M.Si., Rektor UIN Sunan Kudus.
Peserta seminar berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Demak dan sekitarnya. Selain dosen dari sejumlah kampus, kegiatan juga diikuti mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Demak (IMADE) dari berbagai perguruan tinggi, antara lain STAI IC Demak, Unwahas, UIN Sunan Kudus, UPGRIS, USM, Unisfat, dan perguruan tinggi lainnya.
Bagi STAI IC Demak, keterlibatan dalam seminar tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan civitas akademika terhadap perkembangan teknologi sekaligus membangun kesadaran bahwa transformasi digital dalam pendidikan Islam harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter.
Melalui forum akademik seperti ini, STAI IC Demak terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, kritis dalam menggunakan AI, serta tetap menjadikan nilai-nilai keislaman, etika, dan keteladanan sebagai landasan utama dalam menghadapi masa depan pendidikan.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat, semangat, dan lancar, serta mendapat antusiasme dari para peserta. Seminar ini diharapkan menjadi momentum bagi civitas akademika untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab demi kemajuan pendidikan Islam dan terwujudnya sumber daya manusia yang unggul.
