Jl. Diponegoro No.45, Rw. 7, Jogoloyo, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah 59571
Sekilas Informasi
Penerimaan Mahasiswa Baru dibuka • Cek agenda akademik terbaru • Akses layanan kampus secara online
Berita Kampus

STAI IC Demak Bekali 300 Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Digital dalam Acara Stadium General

September 17, 2026

STAI IC Demak Bekali 300 Mahasiswa Hadapi Tantangan Era Digital dalam Acara Stadium General

Demak, 17 September 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam Islamic Centre (STAI IC) Demak menggelar Stadium General bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital” di Gedung IPHI Demak, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Ekonomi Syariah (ES), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), bersama dosen serta jajaran pimpinan STAI IC Demak.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. H. Abdur Rouf, S.Ag., M.S.I. dan H. Wakiyo, S.H., M.Si., M.Kn. Dalam sambutannya, Rektor STAI IC Demak, H. Zuhri, M.Pd., menekankan bahwa kompetensi mahasiswa di era digital tidak cukup hanya bertumpu pada kemampuan kognitif, tetapi juga perlu mencakup aspek afektif dan psikomotorik.

Menurut H. Zuhri, M.Pd., mahasiswa perlu didorong untuk menghasilkan karya sebagai bentuk penerapan pengetahuan, di antaranya melalui penulisan buku dan artikel yang dapat dipublikasikan. Ia menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi juga tercermin dari produk akademik yang dihasilkan sivitas akademikanya.

Narasumber pertama, Dr. H. Abdur Rouf, S.Ag,. M.S.I mengingatkan mahasiswa agar menggunakan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara bijak. Ia menyoroti potensi AI dalam menggerus moral generasi muda apabila digunakan tanpa kendali. Karena itu, AI perlu ditempatkan sebagai alat bantu berpikir, bukan pengganti proses berpikir.
Dr. H. Abdur Rouf, S.Ag,. M.S.I juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan sejumlah kompetensi yang relevan dengan perubahan zaman, meliputi knowledge, keterampilan digital, critical thinking, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi. Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa STAI IC Demak yang telah menghafal 30 juz serta menyampaikan dukungan beasiswa bagi kemajuan STAI IC Demak.

Sementara itu, H. Wakiyo, S.H., M.Si., M.Kn., menekankan pentingnya peningkatan kualitas mahasiswa melalui budaya membaca dan menulis. Mahasiswa didorong untuk aktif mengakses jurnal dan buku, bahkan menghasilkan karya tulis sendiri. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan berbagai peluang beasiswa serta tidak menjadikan sumber belajar yang tidak jelas sebagai rujukan.

Dalam menghadapi ekosistem digital, mahasiswa juga diingatkan terhadap berbagai tantangan seperti hoaks, disinformasi, kecanduan media sosial, cyberbullying, plagiarisme, hingga penyalahgunaan AI. Untuk menghadapinya, diperlukan kemampuan berpikir kritis, tabayyun, etika bermedia sosial, integritas akademik, dan kesadaran terhadap keamanan digital.

Melalui Stadium General tersebut, mahasiswa STAI IC Demak diarahkan untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, membangun kompetensi, serta menyebarkan edukasi dan dakwah. Pemanfaatan teknologi diharapkan tetap berlandaskan nilai shidq, amanah, tabayyun, adab, dan maslahah sehingga mahasiswa dapat berkembang sebagai pencipta karya, calon pemimpin, dan agen perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.